KUPINJAM PUNYAMU

10 Desember 2007 @#%$#! Hari ini aku berada dibawah tiang bendera, tetapi aku melihat bendera itu seakan setengah tiang tingginya. Walaupun bendera itu berwarna paling jernih dan berukuran paling kecil tetap saja enak dipandang. Terbanyang nasib temanku yang sekarang tersibukan dengan urusan tulis-menulis, berkutat dengan dosen pembimbingnya dan mengeluh padaku
“ hah…. Pusing aku ngurusin KKN, Skripsi, dan tetek…bengeknya.”
Aku hanya tertawa geli melihat raut kepayahannya, sampai terlintas dikepalaku “ *%@# Paijo R’mutu S.sos ; Paijo R’mutu S.Psi ; Paijo R’mutu S.Psisos *&%#@%  ah……. gak ngertilah, mau P.sisos mau P.sosis sekalipun aku g’ perduli, toh juga bukan aku yang jadi kelinci percobaannya. Biarin aja yang angkatan atas lulus duluan, baru tar kalau sukses juga nama kami bagus, titelnya kan berbeda dengan yang lainnya jadi mudah dikenali. Yess…. beruntungnya diriku !!!!. Tapi, kalau para penerima pekerja baru itu, malah meragukan lulusan yang bertitel aneh-aneh dan belum teruji kualitas dalam kerealitasnya, terus kakak angkatanku jadi luntang-lantung tak jelas gimana ???? terus responsibilitasnya harus ditanggung siapa ?? ah…. G’usah mikirin. Paling kalau ini terjadi, bisa jadi pelajaran bagi orang-orang atas yang sudah aku bayar buat makanin anak dan istri mereka, bikin fakultas baru bagi kami.
“oi……… orang dicurhatin kok malah ngelamun,
Pake senyum-senyum lagi, seneng ya ngeliatin aku sengsara ??”
Aku tersentak kaget, belum lagi mulut ini melancarkan sanggahan, dia sudah berdiri dan menoleh padaku, dengan wajah sayu tetapi dalam jauh matanya tersiratkan sedikit semangat.
“aku pergi rapat dulu yo, dah di SeMeSes nih.”
Lalu melangkah pergi ditelan tetanggaan ruang gedung bertingkat tiga itu.
Sedangkan aku masih resah, berjubel pertanyaan, kekhawatiran, kemarahan, tapi yang paling mencekam adalah rasa pesimisku tentang masa depan aku dan teman-temanku. Yah….. walaupun ada beberapa orang yang g’ aku sukai atau malah sebaliknya tapi, aku tetap sayang mereka, g’ tahu kenapa aku pengen berjuang memajukan tempat kuliahku bukan hanya untuk diriku tetapi untuk mereka, mungkin si Paijo pun juga begitu.  Pernah satu kali aku bertanya        “ ngapain sih kamu sibuk mondar-mandir ngurusin organisasi kaya kuliahnya dah beres aja???”
Sejurus aku bingung  menagkap mukanya yang senang dan bersemangat. Karena sejujurnya ini adalah kritikan dan cercaanku untuknya, aku berharap memperoleh muka penyesalan dari dia. “Kita ini manusia yang tak bisa hidup abadi, maka buatlah apapun seabadi mungkin untuk mereka dari kita.”
Aku sudah tak tahan dengan lamunanku yang semakin kering tersedot aura kata-katanya yang sampai sekarang  tak aku mengerti.

14 Maret 2011 !#$^ Sebuah gedung yang agaknya lebih kecil bila dibanding lainya tetapi, sarat dengan bebauan aroma cat yang tiga hari lalu selesai melumurinya, dikarenakan sudah banyak cat yang mengelupas terbantai oleh cuaca yang tidak menentu sejak pertama kali dia memperawani tembok yang masih abu-abu 2 tahun lalu. Aku berjalan setengah berlari menaiki tangga, hampir-hampir menginjak ruang kelas, aku terkagetkan dengan panggilan yang sangat familiar dari arah samping kanan, aku menoleh dan mengurungkan pijakanku lalu berpaling kearahnya
“ Ya..ada apa pak ??” kataku,

“Judulmu sudah bagus, tetapi pada bagian tesis tolong lebih dikembangkan lagi mengenai jenis dan klasifikasinya.”

“oh.. iya pak… siap !!,
Pak saya permisi dulu, mau masuk kelas.”

“Nah gitu dong… rajin masuk, jangan bolos terus, dijaga absensinya, apa kamu g’ kepengen punya nama panjang S.sos seperti temen-temen angkatan kamu yang lain ?” Sambil menepuk pundakku dia berkata. Aku hanya tersenyum, lalu kami berpisah, dia masuk keRKU 01 sedangkan aku masuk ke RKU 02. Duduk di kursi deretan belakang yang di takdirkan untuk memopang pantatku ini, karena dari 40 kursi diruangan itu hanya kursi tersebutlah yang tak berpenghuni.
“Mas dapat salam dari kakaknya Tukiyem.”

“Tukiyem…. Tukiyem yang mana sih ?”

“Itu lho anak kelas D yang pas MAKASI’11 pingsan ditengah hutan.”

“oh…. Anak itu, memang nama kakaknya siapa sih???”

“aku juga g’ tahu, tapi katanya dulu seangkatan sama mas.”

“ya udah lah, ntar tak Tanya sendiri sama….
Siapa tadi…???”

“Tukiyem mas…. Anak kelas D” katanya agak ketus, seakan menyindirku yang sudah tua dan agak pikun ini.
Dua SKS kulalui tanpa ada satupun kata mbak dosen yang masuk dikepalaku, Kepalaku dipenuhi rasa penasaran tentang salam tadi. Tapi aku berharap itu adalah Si Paijo R’mutu yang sekarang sudah ada embel-embelnya S.sos, aku sangat ingin mengajaknya ngopi sambil ngobrol tentang kehidupan, pengalaman, dan tetek bengeknya, dan disela obrolan itu aku mungkin akan berkata “Kita ini manusia yang tak bisa hidup abadi, maka buatlah apapun seabadi mungkin untuk mereka dari kita. Sehingga mereka dapat membuat sesuatu yang abadi untuk mereka yang lain. Sory yo, kalau aku pakai kata-katamu, walaupun aku tambahin bumbu dikit biar agak beda, he..heeheee” lalu bercerita mengenai seringnya aku menceritakan tentang perdebatanmu dengan ka.prodi tentang pendapatmu bahwa, prodi harus lebih bisa mengambil sikap tegas mengenai masa depan prodi kita, apakah akan terus bersimbiosis komensalisme dengan format fakultas yang seperti ini ataukah berpisah dan menjadi fakultas sendiri, karena kami selaku mahasiswa sudah bersiap dan bersikap. Hal ini harus disikapi sesegera mungkin,  mengingat akan segera ada sarjana perdana sedangkan belum jelas title dan kredibilitasnya. Dan aku paling ingat kata-kata umpatanmu yang terasa mancacah hati seraya meletupkan semangat “kami malu mempunyai orang tua yang karakternya tak tangguh…!!!!”. Aku juga ingin mengatakan dua kenyamanan yang baru dia rasakan setengahnya saja. Satu hal tentang nyamannya kebebasan, satu hal lagi tentang nyamannya duduk dikursi ruangan gedung baru di antara 2x lipat hiruk pikuk adek-adek mahasiswa baru jaman dulu.

( No_Pie* )

~ oleh angkot2net pada Desember 28, 2007.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.