Satu rasa, satu jiwa, satu suara

Perhelatan panjang akan ditentukan. Keputusan akan merubah nasib kita. Perjuangan komunikasi akan dibakukan kedalam sebuah sistem. Agenda Sidang Umum (SU) DPM FPSB UII yang merupakan forum dimana nasib-nasib lembaga kemahasiswaan yang ada di FPSB ditentukan lewat keputusan yang mengaturnya telah dirancang.
Dalam hal ini, SU DPM FPSB UII besok yang rencananya akan berlangsung pada bulan Februari juga menjadi pembuatan kebijakan baru terhadap penyempurnaan sistem yang ada. Selain itu juga menjadi tahapan awal berlakunya sistem kelembagaan kemahasiswaan yang ada di komunikasi seperti HIMAKOM dan klub-klub secara de jure di mata Keluarga Mahasiswa UII.
Mekanisme SU ini sendiri adalah dimana para calon anggota Dewan Perwakilan mahasiswa Fakultas merumuskan sistem dan memberikan keputusan nasib lembaga kemahasiswaan Fakultas ini, termasuk didalamnya lembaga kemahasiswaan komunikasi. Sistematika forum yang bermain didalamnya memberikan hak suara kepada mereka (para calon wakil mahasiswa) untuk memutuskan, dengan memperhatikan pendapat-pendapat peserta Sidang yang merupakan undangan.
Lembaga kemahasiswaan yang ada di Komunikasi hari ini (HIMAKOM dan Klub-Klub) hanya merupakan undangan dalam sidang umum. Oleh karena itu mereka hanya mendapatkan hak bicara, tak turut andil dalam pengambilan keputusan yang merupakan hak para calon wakil mahasiswa.
Langkah-langkah kebijakan yang diambil mungkin hanya akan menjadi aspirasi dalam forum SU ini sendiri. Kewenangan yang ada sepenuhnya diberikan kepada para calon wakil rakyat yang tergolong dalam kalangan elit politik saja. Menjadi sebuah pertanyaan, apakah para calon wakil rakyat ini mampu mengakomodir segala aspirasi mahasiswa komunikasi? Sedangkan mereka sendiri belum tentu tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh mahasiswa komunikasi.
Inilah peran yang harus diambil untuk menjadi seorang wakil mahasiswa yang sebenarnya, dimana melihat realitas objektif lebih penting ketimbang mengusung kepentingan sepihak, dan cenderung subjektif.

Apa yang harus dilakukan mahasiswa komunikasi dalam kerangka ini?
Seperti kita ketahui, selama ini keputusan berdasar Memorandum of Understanding (MoU) antara Himpunan Mahasiswa Komunikasi dengan DPM FPSB UII pada bulan april telah menghasilkan butir-butir kesepakatan kedua belah pihak, dan menjadi transformasi system yang akan dibakukan kedalam SU besok.
Point-point penting dalam butir kesepakatan yang ada menyebutkan bahwasanya HIMAKOM legal sebagai wadah representasi mahasiswa komunikasi dan juga menjadi wadah payung dari klub – klub komunikasi yang bersifat penunjang kuliah, diantaranya KLIK 18, GALAXI RADIO, KOMPOR.COM, RED_AKSI.
Dan seyogyanya, keputusan yang sudah disepakati ini hanya akan mengalami transformasi ke dalam sistem yang akan ditetapkan di SU besok. Namun bisa jadi, oknum-oknum yang tak bertanggung jawab dan mengusung kepentingan sepihak menggrogoti butir-butir yang ada, baik dengan cara halus maupun frontal (keras).
Sudah menjadi rahasia umum, keputusan MoU membawa dampak pro dan kontra di mata Keluarga Mahasiswa UII pada umumnya, dan mahasiswa FPSB pada khususnya. Padahal jelas-jelas bahwa keputusan tersebut merupakan keinginan mahasiswa komunikasi keseluruhan, yang lahir berdasarkan realita objektif yang ada. Dan seandainya butir-butir MoU ini dirubah, maka sejatinya telah melanggar kesepakatan DPM FPSB UII pada SU tahun 2006 tentang keputusan kelegalan organisasi kemahasiswaan yang ada dikomunikasi akan dipertimbangkan dengan keinginan mahasiswa komunikasi sendiri.
Mahasiswa komunikasi dalam konteks ini idealnya tinggal menunggu pembakuan keputusan kedalam draft SU, karena butir-butir MoU sudah disepakati, akan sangat kecewa seandainya perubahan butir dilakukan dalam SU besok oleh empunya hak suara yang katanya wakil mahasiswa FPSB termasuk didalamnya mahasiswa komunikasi.
Banyak harapan dan keinginan yang hari ini mungkin menyatu dalam benak pikiran kita sebagai mahasiswa komunikasi, tapi langkah konkret yang dilakukan hanya sebatas pada imaji kita masing-masing, dan takkan pernah menghasilkan apapun. Hal ini dikarenakan pembahasan SU hanya berkutat pada para elitis mahasiswa, padahal aspirasi yang mereka bawa sepenuhnya dari mahasiswa dan pada nantinya harus dipertanggungjawabkan dihadapan mahasiswa.
Pada hakakekatnya SU mampu mengakomodir segala hal yang ada di Fakultas ini, termasuk aspirasi mahasiswanya. Oleh sebab itu seharusnya semaraknya berada disetiap tubuh mahasiswa, sehingga mereka tahu perkembangan dan perhelatan yang terjadi.

Perjuangan bersama
Menjadi sebuah kondisi riil saat ini, persatuan adalah mutlak dengan mengatasnamakan satu tujuan yaitu kemajuan komunikasi. Dalam hal ini kemajuan yang dimaksud adalah kelegalan sistem yang mengatur kelembagaan mahasiswa komunikasi, termasuk didalamnya perihal hak-hak berorganisasi dan mendapatkan hak-hak lainnya (termasuk dana kemahasiswaan didalamnya).
Patut menjadi bahan referensi pijakan bahwa hak yang tadi belum sepenuhnya kita (mahasiswa komunikasi) dapatkan. Hak-hak kita ini wajib kita perjuangan dan harus konkret berada didepan kita. Solusi yang memungkinkan hak itu kita rebut adalah dengan bersatu padu pada satu tujuan. Tujuan yang merupakan hak dan keinginan dari kita.
Lepaskan segala kepentingan subjektif dan golongan, tak ada gunanya, karena kerangka besar hak kita belum konkret. Hak untuk mengurusi diri kita sendiri, bukan diurusi oleh siapa pun.
Dalam imaji keinginan dan harapan, haruslah kita mulai berpikir dan melakukan tindakan perihal kemajuan kita. Karena yang dapat merubah nasib kita adalah diri kita sendiri, bukan saudara angkat kita atau pun orang lain yang tak tahu keinginan kita sebenarnya.
Seperti kura-kura kecil berjuang untuk sampai ke Laut, itulah ibarat untuk perjuangan ini. Kita bisa saja menyerah karena lelah ditengah jalan, kita bisa saja berbelok arah karena hasutan kura-kura lain, kita pun bisa berhenti saat kita merasa sudah cukup, namun apabila kita berjuang bersama untuk menuju tujuan kita, 1 hal yang membuat kita akan bangga kelak yakni telah menjadi mahasiswa komunikasi UII dan memberikan suatu perubahan yang berarti bagi diri kita sendiri.

Satu rasa, satu jiwa, satu suara untuk komunikasi

Men in Black

~ oleh angkot2net pada Desember 28, 2007.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.